Senin 26 Maret 2018 kemarin, PD Salimah Wonosobo mengadakan sebuah seminar tentang Pendidikan Politik bagi Perempuan di Rumah Makan Wanaboga. Acara tersebut bekerjasama dengan DInas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah serta KPU Kabupaten Wonosobo. Narasumber ada 3 orang yaitu H. Jamaludin, BA (praktisi politik provinsi Jateng), Wiwik Muqowimah (Bidang pendidikan PD Salimah), S.Ag S.Pd dan Dhyan Kartika Wulandari, S.Sos (KPU Wonosobo bidang Perencanaan dan Program Data).
Acara diawali dengan makan siang bersama pukul 13.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dibuka oleh Bapak Yuli dari dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah dengan membaca Basmallah. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengadakan sosialisasi tentang pendidikan politik khususnya bagi perempuan karena selama ini kuota 30% belum tercapai, bahkan masih jauh. Sehingga perlu menggandeng ormas-ormas perempuan seperti Salimah untuk ikut andil memberikan pendidikan politik bagi perempuan.
Ketua Panitia, Sumitri, S.Pd juga sepakat dengan yang disampaikan Pak Yuli selaku perwakilan dari pemerintah provinsi bahwa selama ini perempuan masih dibandang sebelah mata. Belum ada kesamaan antara laki-laki dan perempuan dalam partisipasi politik. Dengan seminar ini, beliau berharap perempuan Wonosobo pada khususnya lebih cerdas dalam berpolitik karena perempuan juga memiliki kekuatan intelektual, perasaan dan komitmen.
Pembicara pertama menyampaikan materi tentang Perempuan dan Partisipasi Politik. Beliau menekankan alasan kenapa perempuan harus berpolitik, di antaranya karena kebutuhan perempuan dalam meraih kesetaraan, meningkatkan kapasitas perempuan dalam kehidupan, meningkatkan wawasan perempuan terkait isu-isu gender, menyadarkan perempuan tentang pentingnya berpolitik dalam membuat kebijakan dan ikut berpartisipasi mengembangkan SDM khususnya perempuan.
Sedangkan alasan sebagian besar perempuan menolak politik adalah adanya anggapan di kalangan perempuan bahwa politik itu kotor, politik itu hanya untuk laki-laki dan politik itu berisi pertarungan kekuasaan yang mengerikan. Alhamdulillah, sekitar 100 peserta yang hadir dari Kelompok Wanita Tani dan lainnya tersadarkan.
Pembicara kedua menyampaikan materi tentang Pendidikan Politik Perempuan. Beliau berpendapat bahwa politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional. Kekuasaan jika dipegang orang yang baik maka akan mensejahterakan. Kenapa kondisi bangsa kita menjadi seperti ini. Bisa jadi karena banyak orang baik yang diam, cuek dan tidak mau bergerak.
Sudah saatnya kaum perempuan terlibat lebih jauh dalam persoalan politik nasional. Belum tentu kaum perempuan kalah cerdas bermain politik dibanding kaum laki-laki. Tidak ada jaminannya pula bahwa dalam memerintah kaum lelaki prestasinya lebih menonjol dibanding prestasi kaum perempuan.
Permasalahan perempuan tentu banyak sekali yang belum terselesaikan. Misalnya saja hak untuk memperoleh cuti yang layak berkaitan dengan masa haid sampai sesudah melahirkan, hak untuk memperoleh upah yang sama dengan kaum laki-laki, hak untuk menduduki posisi yang sederajat dengan kaum laki-laki adalah beberapa contoh hak yang sering diabaikan dan masih perlu diperjuangkan oleh kaum perempuan.
Terakhir beliau berpesan bahwa kaum perempuan dalam berpolitik perlu menunjukkan kekuatan, kecerdasan dan keluwesan serta keuletan dalam bertindak. Perjuangan kaum perempuan dalam bidang politik harus dimulai dari grass root (akar rumput).
Pembicara ketiga menyampaikan materi tentang Peran Serta Perempuan dalam Pemilu. Beliau lebih menekankan tentang Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Wonosobo. Lulusan Unsoed jurusan Fisipol ini juga menekankan kepada ibu-ibu yang hadir untuk memastikan bahwa mereka masuk dalam daftar pemilih karena 1 suara sangat penting menentukan kesejahteraan perempuan. Kesejahteraan masyarakat itu ditentukan oleh 3 hal yaitu kemiskinan, pengangguran dan pendapatan rata-rata.
Di sesi tanya jawab ada banyak pertanyaan dari para peserta mulai dari bagaimana cara mengatasi jika seorang ibu berbeda pilihan dengan suami, bagaimana cara mendidik anak yang sudah punya hak pilih, bagaimana jika diberi amplop tapi kita sudah punya pilihan tersendiri, apa yang harus disiapkan jika kita diundang untuk uji public dan pertanyaan-pertanyaan lain. Semua dijawab oleh narasumber dengan gamblang dan para peserta puas dengan jawabannya.
Acara berakhir pukul 16.00 dan diakhiri dengan coffe break. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara yang mendadak ini. Karena dari dinas provinsi Jawa Tengah memberitahukan acara 3 hari sebelumnya sehingga panitia memang harus kerja keras menyiapkan segala sesuatunya. Alhamdulillah acara sukses dan lancar. Semoga perempuan Wonosobo menjadi lebih cerdas dalam berpolitik setelah mengikuti seminar ini.







No comments:
Post a Comment